”Aku tidak mau mendapat ciuman dari perempuan yang tidak halal bagi
saya. Anda bukan siapa-siapa saya. Bukan ibu saya, bukan kakak saya, dan bukan
adik saya. Anda tidak halal bagi saya. Anda tidak boleh mencium saya. Dan saya
tidak boleh mencium Anda. Kalau Anda mencium saya atau saya mencium Anda, kita
telah menodai kesucian diri kita. Kita telah melakukan dosa. Itu ajaran agama
saya.” (Bumi Cinta, hal 378-379)
Seperti yang dirasakan tokoh
Doktor Anastasha Palazzo saya pun sama, dibuat kagum dengan kecerdasan dan
keteguhan tokoh Muhammad Ayyas. Di novel Bumi Cinta Habiburrahman El Shirazy
atau lebih kerap disapa Kang Abik berhasil menyajikan tokoh agamis yang cerdas.
Adalah Muhammad Ayyas yang
melakukan perjalanan ke Moskwa untuk menyelesaikan penelitiannya di Universitas
Negeri Moskwa atau Moskovskyj
Gosudarstvennyj Universitet imeni Lomonosova (MGU). Hari-hari selama di
Mokswa bukan tanpa masalah. Awal langkah kakinya mengijak di Mokswa ia harus
menghadapi hari-hari dengan hati yang terus terusik karena ia mau tak mau harus
tinggal satu apartemen dengan peerempuan-perempuan Mokswa yang cantik di
Panvilovsky Pereulok.
Karena pertimbangan biaya, Devid teman Ayyas sejak SMP yang
ia beri kepercayaan untuk mencarikan rumah memilihkannya tinggal serumah dengan
Yelena yang ternyata adalah pelacur dan Linor.
Tidak sampai disitu, pergolakan
hatinya terus melawan pesona wanita cantik Rusia karena di kampus MGU Professor
Tomskii tidak bisa membimbingnya secara langsung. Karena Professor Tomskii
harus melakukan perjalanan, hari-hari Ayyas selanjutnya harus berhadapan
langsung dengan perempuan muda cerdas yang belum menikah yaitu Doktor
Anashtasha Palazzo. Hari-harinya berjalan dikelilingi wanita cantik. Pesona
wanita inilah yang setiap hari menggodanya. Bahkan Linor dengan pakaiannya yang
minim juga pernah menggodanya masuk kamar Ayyas dengan sengaja tanpa
sepengetahuan dan seizinnya. Ketika itu Ayyas sedang salat dan berdzikir. Jika
mereka berdua melakukan sesuatu tentu tak ada satu orangpun yang tahu. Tapi
akhirnya Ayyas berhasil mengingat Allah karena ia percaya setiap saat Allah
melihatnya dan Linor sedikitpun tak
disentuh Ayyas.
Muhammad Ayyas digambarkan
sebagai pemuda yang cerdas, ia berhasil menggugah hati Yelena yang sempat pernah
tidak percaya Tuhan. Dengan gamblang ia juga memberikan penjelasan kepada Doktor
Anashtasha ketika beranggapan bahwa salat yang dilakukan Ayyas adalah ibadah
primitif dan purba. Ayyas dengan sabar menjelaskan kepada Anastasha bahwa yang
ia dan umat muslim sembah bukanlah ka’bah tetapi hanya Allah semata. Ka’bah
hanyalah kiblat untuk menyatukan arah seluruh muslim ketika salat. Ia tidak
marah ketika Anastasha menyinggung hatinya perihal yang ia sembah tetapi ia
tetap menjelaskan dengan gamblang dan jelas karena mungkin Doktor Anastasia
belum pernah membaca tentang Islam. Ketika menjadi pembicara di sebuah seminar ia
juga menjelasankan bukti keberadaan dan kebenaran alqur’an, ia juga menunjukkan
bagaimana gerakan salat yang menyimpan manfaat untuk kesehatan manusia.
Melalui Ayyas Kang Abik
menceritakan kebesaran Allah, bagaimana seorang Yelena memilih profesi sebagai
pelacur masih diberi kasih sayang dan dibukakan pikirannya. Yelena berhasil
keluar dari penderitaan yang hampir membawanya ke kematian. Setelah
diselamatkan oleh Ayyas akhirnya Yelena bertemu dengan seseorang yang mau hidup
bahagia berumah tangga dengannya. Suatu keajaiban jika Allah masih memberinya
kasih sayang yang melimpah dengan jalan ada seseorang yang tidak
mempermasalahkan masa lalunya dan mau mengajaknya menikah. Yelena pun tidak
lagi meragukan kebesaran Allah. Demikian pula Linor.
Sepertinya akan terlalu panjang
kalau saya ceritakan di sini. Intinya melalui Bumi Cinta kang Abik menceritakan
betapa Allah maha pemurah, maha berkehendak, maha menghadirkan cinta, dan maha
mengampuni. Bahkan di kota yang terkenal dengan seks bebas, yang segalanya
bebas dan hubungan antara manusia yang bukan muhrim tak ada aturan, Allah masih
selalu menghadirkan cinta, memberi ampunan seorang kafir, dan menunjukkan kasih
sayangnya di bumi cinta ini. Bumi Cinta adalah sebuah novel hasil tadabbur terhadap ayat-ayat suci Allah
dalam Alquranul Kariim- seperti yang beliau tulis dalam prolog. Kang Abik
berhasil menjadikan novel yang ia tulis sebagai wajihah atau sarana membumikan alquran supaya alquran benar-benar
hidup dan menjadi pedoman hidup untuk dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sebuah novel penggugah kesadaran.
Judul : Bumi
Cinta
Penulis :
Habiburrahman El Shirazy
Editor : Gadis
Enia
Penerbit : Author
Publishing
Tahun Terbit : 2010
Tebal : 546
Halaman

No comments:
Post a Comment
Menawi pamaos gadhah panyaruwe, uneg-uneg, utawi pitakonan ngenani seratan menika, kula sumanggakaken komen ing ngriki. Sumangga. Maturnuwun.