Saturday, January 4, 2014

Pasir Putih Pantai Caruban


(dokumen pribadi)
REMBANG. Jika ingat kota ini pastilah ingat wisata baharinya. Kota yang dikenal kota Dampo Awang ini, memiliki potensi wisata pantai yang sangat memukau. Jika selama ini banyak orang hanya mengenal pantai Dampo Awang maka Anda juga harus mengenal pantai Caruban. Kabupaten Rembang memiliki potensi wisata bahari yang terbentang di Laut Jawa. Obyek wisata bahari di kabupaten Rembang sudah mengalami banyak perkembangan. Jika Anda melakukan perjalanan melintasi pantura yang melewati daerah Rembang, mampirlah di pantai untuk sekedar melepas penat.

Pantai Caruban terletak sekitar 8 kilometer dari pusat kota Rembang. Melaju ke arah timur dari kecamatan Rembang, Anda akan sampai di kecamatan Lasem. Desa Gedongmulyo merupakan desa pertama di Lasem yang akan Anda lewati jika berasal dari kota Rembang. Di sinilah akan Anda jumpai pantai Gedong atau pantai Caruban. Pantai ini terletak di dusun Caruban desa Gedongmulyo, kecamatan Lasem, kabupaten Rembang. Sekitar 10 meter sebelah barat SMP Negeri 1 Lasem. Menyisir sebelah kiri jalan pantura, Anda akan menjumpai plang kayu bertuliskan pantai Caruban.Untuk sampai ke tepi pantai Anda harus masuk perkampungan sekitar 1 km dari jalan raya Rembang-Lasem. Sepanjang jalan dari jalan raya ke tepi pantai, hanya memuat satu mobil saja. Sebagian sudah beraspal. Di musim penghujan, setelah melewati perkampungan, di sisi kanan kiri jalan masuk pantai akan anda jumpai kolam bandeng dan udang yang berubah menjadi ladang garam di musim kemarau.


Memasuki gerbang pantai Gedong atau pantai Caruban ini Anda hanya perlu mengeluarkan tarifsebesar dua ribu rupiah permotor untuk pengendara sepeda motor, dan minimal lima ribu rupiah permobil untuk pengendara mobil. Pantai yang terdapat di dusun Caruban ini belum banyak dikenal. Pengembangannya pun belum maksimal.

Pantai Caruban berpotensi sebagai wisata bahari unggulan di kabupaten Rembang. Banyak kelebihan yang bisa ditawarkan kepada investor dan pengunjung. Pantai di desa Caruban ini memiliki pasir putih. Dari pantai Caruban ini juga terlihat tower PLTU yang terdapat di Sluke. Selain pemandangan laut Anda juga dapat melihat gunung Kajar yang menjulang, yang terlihat di sebelah selatan. Ombaknya yang tenang, pantai yang landai, dan angin laut yang semilir membuat tahan berlama-lama di sini. Cukup aman untuk tempat bermain air anak-anak, mandi bersama keluarga, dan berolah raga bermain voli bersama teman-teman.

PLTU Sluke terlihat dari pantai Caruban


Gunung Kajar yang terlihat dari pantai Caruban

Pantai Caruban memiliki garis pantai sepanjang lebih dari 2 km. Tanahnya merupakan tanah aset desa setempat yang luasnya lebih dari 2 ha. Bulan Mei tahun lalu, pantai ini dijadikan sebagai sirkuit berlangsungnya Kejuaraan Nasional Voli Pantai Indonesia Terbuka Seri II Bupati Rembang Cup 2012.

Yang saya sayangkan ketika ke sana, sampah di beberapa titik masih belum diperhatikan. Kesadaran wisatawan lokal dan masyarakat setempat untuk menjaga kebersihan sangat diperlukan. Berkaitan dengan etika berwisata sikap sederhana yang terpenting adalah membuang sampah pada tempatnya.

Pamali Berjualan Nasi

Ketika merasa lapar dan ingin makan nasi di pantai Caruban, jangan harap Anda akan menemukan warung berjualan nasi di sana. Anda hanya akan menjumpai penjual bakso, mi, dan lontong. Ada mitos pamali berjualan nasi di pantai Caruban.

Konon, menurut cerita masyarakat setempat, Sayyid Abu Bakar tidak berkenan jika ada yang berjualan nasi di pantai Caruban. Sayyid Abu Bakar yang juga dikenal mbah Santi Puspo atau mbah Imam merupakan penyebar Islam tertua di daerah Lasem dan sekitarnya. Sayyid Abu Bakar beserta santrinya dimakamkan di dusun Caruban desa Gedongmulya kecamatan Lasem kabupaten Rembang.

Pernah suatu ketika ada penjual yang membuka warung nasi. Penjual ingin berjualan sesuatu yang berbeda, yang tidak dijual di warung-warung di pantai Caruban dengan tetap tidak mengindahkan peringatan penjual setempat. Sejak dibukanya warung nasi tersebut, pembeli berdatangan silih berganti entah datangnya dari mana dan tak pernah sepi. Menjelang sore ketika nasi sudah terjual habis ternyata tak ada uang yang terkumpul. Yang ada hanya uang yang sejak pagi tadi dibawa sendiri oleh penjual.

Mendung saat Senja di Pantai Caruban

Ilustrasi (dokumen pribadi)
Senja kemarin sangat saya sayangkan. Ketika sampai di sana malah mendung. Angan-angan bisa menikmati keindahan sunset sore itu, hilang sudah. Padahal sunset di sana sangat memukau. Sore itu saya sempat sedikit kecewa ketika mendung berkerumun, tapi karena suasana yang tidak begitu ramai dan semilir angin menahan saya untuk tetap duduk. Karena ingin menenangkan pikiran sejenak, saya malas beranjak. Senja saat itu terlihat sedikit muram. Lama kelamaan perpaduan laut luas dan senja yang dirundung mendung telihat indah juga. Cocok sekali kalau Anda ingin menenangkan pikiran dan berenung di sana. Orang-orang mulai beranjak pulang namun saya masih tetap bertahan. Awan kelabu perlahan memenuhi langit laut Caruban. Hujan-hujanan di sana sepertinya sangat mengasyikan. Sayang sekali tidak terasa sore semakin gelap. Dan mentari perlahan telah bergulir ke barat.


-Meliya Indri. Rembang, 13 Maret 2013.
----------------------------------------------------------------
*Sumber gambar: (kuruningawan.blogspot.com)

2 comments:

  1. Wah bagus banget mbak :) terima kasih buat infonya :)

    http://murahjersey.com/

    ReplyDelete
  2. sama sama.. makasih sudah baca inii.. :)

    ReplyDelete

Menawi pamaos gadhah panyaruwe, uneg-uneg, utawi pitakonan ngenani seratan menika, kula sumanggakaken komen ing ngriki. Sumangga. Maturnuwun.